Masa Kecil Mama
Mama lahir di desa yang asri di Gunungkidul. Saat melahirkan mama nenekku mengalami pendarahan yang begitu serius. Untung saat itu kakekku sigap untuk memanggil tenaga medis. Tahun 1963 mama lahir menambah bahagia keluarga besar. Mengapa tidak? mama lahir begitu cantik dan sehat, tangisannya begitu keras.
Umur 18 bulan ketika mama belum memahami apa itu keluarga kakek dan nenekku bercerai. Menurut kakekku mereka berpisah karena nenekku keras kepala maka selalu membantah kakekku. Dia menyukai perempuan penurut seperti nenek tiriku. Perceraian antara nenek dan kakekku tidak lantas membuat hilang pengasuhan. Mamaku tetap tinggal bersama nenek namun dia bebas berkunjung ke rumah kakek bersama istrinya di desa sebelah. Mamaku diasuh penuh kasih sayang oleh kakek, nenek, dan nenek tiriku.
Hubungan keluarga antara kakek, nenek, dan nenek tiriku baik-baik saja. Nenek tiriku selalu berkunjung ke rumah nenekku. Saat nenek tiriku datang ke rumah, nenekku selalu menyambutnya dengan hangat. Mereka masak bersama, makan bersama, dan mengasuh mamaku bersama.
Mama tumbuh menjadi anak yang ceria dan kuat mentalnya. Saat nenekku pergi ke sawah, mama dititip di rumah adiknya. Mama bermain bersama saudara sepupunya. Mama selalu memakai pakaian bagus disitulah mama kena perundungan mama disuru copot bajunya yang bagus dan diminta ganti. Mama diminta makan nasi lauk cabe. Kejadian itu membuat mama sedih. Setelah kejadian itu mama tidak suka main dengan sepupunya. Mama lebih suka di rumah kakek bersama kakak tirinya yang penuh kasih.
CERITA BERSAMBUNG DI MASA SEKOLAH MAMA
Komentar
Posting Komentar