Ku tulis ini sebagai bentuk keabadian dari sebuah jawaban berbagai pertanyaan yang mungkin sempat kau tanyakan, kenapa aku berprinsip kokoh dengan semua prinsipku, apakah aku tidak mencintaimu. Dahulu bersama prinsipku aku mencintaimu. Ketika aku mendapati cinta yang sudah tidak berprinsip ini maka secepat itu cinta itu hilang. Aku memahami diammu tersimpan cinta begitu besar kepadaku, beda denganku diamku adalah amarah besar ku hingga aku tidak ingin bersamamu baik itu dalam suka, duka bahkan untuk berjuang bersama.
(masih bersambung)
Komentar
Posting Komentar