Sejak ditayangkan foto bersama tiga perempuan, lalu ketika dikonfirmasi itu bukan siapa-siapa kemudian ada penekanan upload foto itu untuk laporan dan ada penekanan bahwa :" kamu tidak punyak melarang saya." Ditimpali jika itu tidak ada kesannya tidak akan dilakukan. Sungguh aku benar-benar menjadi muak dengan semuanya. Kemarin aku berusaha menghapus semua keilfilanku terkait dengan sikapnya yang terlalu materialistis, apa-apa selalu diperhitungkan dengan uang. Disinilah aku menyadari aku dan dia begitu beda konsepnya, segala apa yang dia aku bisa mendukung tapi dia tidak trust kepadaku, Berat untuk dilanjutkan, maka berpikir, menepi sejenak dan menghindari adalah cara terbaik dalam menyikapi semua ini. Semoga Allah terlibat dalam perseturuan hati ini....
Oleh : Dwi Puji Lestari Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif sebab bullying dimaknai sebag...
Komentar
Posting Komentar