Siang, ku menelpun. Sejak semalam aku maupun dia tidak menelpun karena cuaca yang tidak baik. Siang ini pukul 12.37 ku beranikan telpun karena hari ini sejak pukul 06.58 doi sudah bolak balik lihat Handphone, ini tentu tidak biasa, padahal semalm terakhir aktif pukul 00.15 WIB.
Hallo, Sibuk ndak? tanyaku kepadanya dengan nada ringan
Sekarang tanggal 7kan? iya aku sibuk! jawabnya.
Tanggal 7 Emang kenapa? aku tanya dengan cepat!
Biasa udah tahukan agendaku sebelumnnya? tanyanya
disisi lain memang agenda beliau untuk mengabdi mengurus perusahaan keluarga ditanggal 10, tapi kenapa in tanggal 7 yang sebelumnya ndak pernah disampaikan. Ah gakmau pusing aku!
oh, aku cuma mau cerita, aku tadi dikontak Ramadhan kalau dia mau minta bantuan, but sorry to say aku ndak bisa deh! gak salahkan aku ambil keputusan ini? tanyaku sesegera!
sudah, aku lagi sibuk ini, banyak masalah! disambung nanti aja ya? tanyannya tanpa memberikan tangapan apapun ke aku.
memang memahami manusia ini ada berbagai perspektif, hidupnya yang terlalu protokoler, jadwalnya padet dan rapi sejak pagi, bagus artinya orangnya fokus tapi kalau boleh ngeluh si beliau bukan tipe pendengar yang bisa dicegat berbagai situasi, padahal doi belum jadi pejabat, dia tipe cowo bos yang mengatur kapan kita bisa menghubungi dia. Kesel gak sih? ya kesellah gimana dia gabsa siaga 24 Jam!
Hubungan yang masih banyak kemungkinan kemungkinan ini membuatku santai dan bebas melakukan apapun sesuai hatiku, enak malah aku hanya perlu menyisakan waktu dua atau tiga jam setiaphari, itupun kalau dia menelpun! begitulah kekira cerita siang nan panas ini, aku sambil mendengarkan webinar dari Elsivier, Publisher international yang susah ditembuh scholars akal-akalan, hahaha
Komentar
Posting Komentar