Diantara antrian Disertasi yang musti disegerakan, akhiran ini ingin bisa sekedar berbagi teh di sore hari sambil melihat senja di sore hari, tentunya dengan orang yang kita harapkan. Pikirannya begitu tajam tiap aku menyebutnya soal Jakarta dia selalu sabar mendengarkan keluhanku berkali-kali.
Pagi ini aku mengirimkan massage :" Pagi yang paling aku tidak suka adalah malamnya mimpi abang, kayak udah dikuasai banget ya alam bawah sadarku, sebelumnya aku ndak kaya gini," aku yang sempat memiliki pasangan sebelumnya susah sekali terbawa mimpi. Setelahnya aku memiliki teman dekat tak ada habisnya dia membuatku jatuh cinta. Namun dengan abang, tak lama sebelum kami memutuskan untuk komitmen saling mengenal menuju harapan yang lebih baik pernah sekali pasca munajat malam memimpikannya.
Abang tidak menangapinya dengan serius, siang pukul 14.05 Dia mengirimkan foto dalam kegiatan para pemuda. Maklum Tokoh Pemuda pas liatnya langsung doa semoga kehadiranku membawamu jadi Emil Dardak masadepan (gumamku) dengan wajah yang bijaksananya dan meneduhkan. Aku yang sedang mengikuti Webinarpun tertawa senang melihatnya sambil ku goda, " Ih cakep..hahah kaya Ariel ya rambutnya👀, Ariellah yang mirip saya 😋, jawabanya memang selalu jahil.
Abang bukan tipe texting, abang bukan tipe laki-laki yang banyak memproduksi kata-kata, abang juga bukan laki-laki yang obral obral manis-manisan. sejauh 3 bulan kebelakang, Panggilan romantisnya Nona dan Nyonya, itu dah romantis menurutku. Malam ini kami bicara serius terkait dengan rencana kepindahan abang, sebetulnya ini pembicaraan yang berulang karena ada rencanaku yang terpaksa ku pause dahulu karena harus memprioritaskan pendidikanku. Malam ini ada bait-bait yang membuatku tak bisa lagi berkata syukur pada Allah.
'Aku itu harus realistis, pijakan disana yang ku perlukan setelahnya silahkan kamu lepas saya dan biar 'kan saya membuktikan diri saya kepadamu,"
Bagaiamana dengan mama disana atau keluarga dan kegiatan-kegiatan disana? aku mulai mengembangkan pertanyaaan.
itu bukan urusan kamu, kamu pikirkan saja yang urusan kamu jawabnya bijaksana.
Oh Tuhan, gimana aku ndak bersyukur memiliki orang pekerja keras seperti dia, baik dan bisa menjaga pandangannya dari perempuan. Selama 31 Tahun hidup hanya satu perempuan saja yang menjadi pernah menjadi kekasihnya. Semoga jarak ini segara berakhir dan kita bisa belajar berjuang bersama-sama di Ibu Kota yang kita damba ini, doaku diakhir malam.
,
Oleh : Dwi Puji Lestari Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif sebab bullying dimaknai sebag...
Komentar
Posting Komentar