Langsung ke konten utama

WUJUD NYATA KARTINI DALAM RUMAHKU

 

Dimana kita semua perempuan memperingati kepahlawanan perempuan yang berjuang membebaskan penjajahan perempuan melalui suara-suaranya yang tertulis dalam lembaran-lembaran surat, tak banyak yang aku teladani dari Kartini karena hanya cerita sejarah yang ku dapati. Kartini kehidupanku merajuk pada keteladanan ibuku…..

Ibu yang ku gambar, ibu yang sabarnya tidak punya keterbatasan,

Ibu yang ku rasakan adalah ibu penuh kasih,

Kadang aku berpikir, banyak cobaan yang dideranya karena setan-setan ingin begitu kuat mengodanya,

Setan-setan merasa kalah dalam mengusai ibuku, cobaan demi cobaan dalam kehidupan dijalani dengan penuh kesabaran, hanya peraduan airmata serta keyakinannya kepada ALLAH yang dia hidupkan.

Ibu,dari kehidupanmu tak ada yang tidak menyisakan nilai, engkau adalah gambaran manusia sempurna didunia ini, kala anak-anakmu banyak kekurangan, kala anak-anakmu belum bisa meneladanimu keluasan maafmu mendatangkan hikmah kehidupan untuk kami,,,,

Aku ingin mengaku bahwa, engkau kehidupan ini, ridhoMu adalah kabulnya Doaku pada Allah, Dunia dan semesta kami engkau yang miliki.

Ibu, ketakutan besarku aku tidak bisa melihatmu, panjang umur…panjang umur dan panjang umur agar engkau bisa menyaksikan nasihat-nasihatmu adalah pusaka kehidupan kami….

 Anak-anakmu tak henti meminta Ridho-ridhoMu…. Selamat Hari Kartini’s : Kartini Hidup Kami-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...