Sore ini ku nikmmati semangkok kolak pisang dan kolang kaling buatan Ibuku. Aku menimpang-nimbang dalam langkah ragu, takut dan unbelieve kepada orang diluar diriku. Aku ingin berbago sedikit nalar kritis rumusan untuk para perempuan yang hendak menyatakan kemerdekaan pribadinya kepada pasangan. Bagiku yang masih awam dan hanya meraba-raba persoalan kebaikan, persoalan iman dan persoalan kedekatan dg Tuhan itu bukan gampang menilai orang lain sebab ada yang bernasap ulama namun perilakunya jauh dari keturunannya,
Tema ini selaras dg pembicaraan sore ini dengan seorang guru bahwa perilaku dibentuk oleh lingkungan tentu selaras dg teori john locke yang kerap kita kenal dengan teori tabularasa bahwa anak lahir bagaikan kertas putih, disamping itu ada hadist mengatakan bahwa mau yahudi dan nasrani tergantung pada orang tuanya.
Ketat memamg isyarat nature mempengaruhi perilaku seseorang sebab dalam diri manusia ini ada dua potensi baik buruk dalam satu ruang, sudah tentu yang unggul akan mendominasi tentunya.
Maka syarat mutlak untuk memilih pasangan adalah Baik perilakunya, dimana kita bisa melihatnya? jika dia baik kepada sesama, lingkungan baik itu yang hidup atau mati maupun kepada Tuhannya artinya dia adalah memiliki iman.
Perlu keras ku tekankan kepada perempuan yang dimabuk cinta, berkeluarga bukan saja mau membuat novel yang mau sama sama memperbaiki atau punya semangat untuk memperbaiki, ini tidak boleh menjadi tujuan utama karena apa? Menikah adalah mendidik generasi maka kebutuhan anak adalah memiliki orangtua yang matang secara karakter. Dari sinilah baik itu dikatakan sebagai syarat mutlak lalu dari mana kita bisa melihat kebaikannya itu :
Dari Agamanya, harus baik karena jika tidak baik maka dia akan mengunakan agama sebagai legitimasi memenagkan egonya karena masyarakat kita masih kental dengan patriaki
Dari hartanya, jika pasangan kita hartanya banyak namun dia tidak baik maka akan menyakiti mu lewat hartanya.
Dari nasapnya, kenapa harus baik? Karena jika tidak baik maka kamu sebagai pendatang baru akan disakiti ramai-ramai oleh kakak ipar, mertua dan keluarga lain dari pasanganmu.
Dari parasnya, kenapa harus baik, jika tidak baik maka kegantengannya akan digunakan untuk mengugulkan nafsunya sehingga birahinya lebih mendominasi drpada akalnya. Ingat laki2 hebat bukan yang kuat seksnya namun yang kuat mengendalilan seksnya. Pendeknya kalau saja laki laki tidak baik maka dia akan mudah berpaling darimu atau berselingkuh tanpa memikirkanmu yang rela menyedekahkan dirimu dari pagi hingga pagi lagi.
Rosulallah meminta kita jika keempatnya tidak ditemukan ketika muda maka pilihlah baik karena agamanya, namun disini kita perempuan harus sabar dan tidak terburu-buru untuk menyatakan kemerdekaan. Maka perempuan berakal tidak akan mudah tumbang dan menyerah karena dipuji, dikagumi dan bahkan dikan candu-candu kata yang membuat ngefly seperti kamu cantik, kamu pintar, kamu sexy dan pujian pujian lain yang bisa menumbangkan dan melemahkan akal pikirmu, laki laki yang datang dengan penuh kebaikan diatas empat kriteria yg telah disebutkan dan laki-laki yang mengugah akalmu untuk membuatmu memerdekakan diri itulah yang akan membawamu menjadi perempuan sukses sebagai ibu, publik figur serta anak perempuan.
Komentar
Posting Komentar