Langsung ke konten utama

Perempuan dan Pasangan : Syarat Kebaikan sebagai keselamatan Perempuan (1)

Sore ini ku nikmmati semangkok kolak pisang dan kolang kaling buatan Ibuku. Aku menimpang-nimbang dalam langkah ragu, takut dan unbelieve kepada orang diluar diriku. Aku ingin berbago sedikit nalar kritis rumusan untuk para perempuan yang hendak menyatakan kemerdekaan pribadinya kepada pasangan. Bagiku yang masih awam dan hanya meraba-raba persoalan kebaikan, persoalan iman dan persoalan kedekatan dg Tuhan itu bukan gampang menilai orang lain sebab ada yang bernasap ulama namun perilakunya jauh dari keturunannya,

Tema ini selaras dg pembicaraan sore ini dengan seorang guru bahwa perilaku dibentuk oleh lingkungan tentu selaras dg teori john locke yang kerap kita kenal dengan teori tabularasa bahwa anak lahir bagaikan kertas putih, disamping itu ada hadist mengatakan bahwa mau yahudi dan nasrani tergantung pada orang tuanya.
Ketat memamg isyarat nature mempengaruhi perilaku seseorang sebab dalam diri manusia ini ada dua potensi baik buruk dalam satu ruang, sudah tentu yang unggul akan mendominasi tentunya.
Maka syarat mutlak untuk memilih pasangan adalah Baik perilakunya, dimana kita bisa melihatnya? jika dia baik kepada sesama, lingkungan baik itu yang hidup atau mati maupun kepada Tuhannya artinya dia adalah memiliki iman.
Perlu keras ku tekankan kepada perempuan yang dimabuk cinta, berkeluarga bukan saja mau membuat novel yang mau sama sama memperbaiki atau punya semangat untuk memperbaiki, ini tidak boleh menjadi tujuan utama karena apa? Menikah adalah mendidik generasi maka kebutuhan anak adalah memiliki orangtua yang matang secara karakter. Dari sinilah baik itu dikatakan sebagai syarat mutlak lalu dari mana kita bisa melihat kebaikannya itu :
Dari Agamanya, harus baik karena jika tidak baik maka dia akan mengunakan agama sebagai legitimasi memenagkan egonya karena masyarakat kita masih kental dengan patriaki
Dari hartanya, jika pasangan kita hartanya banyak namun dia tidak baik maka akan menyakiti mu lewat hartanya.
Dari nasapnya, kenapa harus baik? Karena jika tidak baik maka kamu sebagai pendatang baru akan disakiti ramai-ramai oleh kakak ipar, mertua dan keluarga lain dari pasanganmu.
Dari parasnya, kenapa harus baik, jika tidak baik maka kegantengannya akan digunakan untuk mengugulkan nafsunya sehingga birahinya lebih mendominasi drpada akalnya. Ingat laki2 hebat bukan yang kuat seksnya namun yang kuat mengendalilan seksnya. Pendeknya kalau saja laki laki tidak baik maka dia akan mudah berpaling darimu atau berselingkuh tanpa memikirkanmu yang rela menyedekahkan dirimu dari pagi hingga pagi lagi.
Rosulallah meminta kita jika keempatnya tidak ditemukan ketika muda maka pilihlah baik karena agamanya, namun disini kita perempuan harus sabar dan tidak terburu-buru untuk menyatakan kemerdekaan. Maka perempuan berakal tidak akan mudah tumbang dan menyerah karena dipuji, dikagumi dan bahkan dikan candu-candu kata yang membuat ngefly seperti kamu cantik, kamu pintar, kamu sexy dan pujian pujian lain yang bisa menumbangkan dan melemahkan akal pikirmu, laki laki yang datang dengan penuh kebaikan diatas empat kriteria yg telah disebutkan dan laki-laki yang mengugah akalmu untuk membuatmu memerdekakan diri itulah yang akan membawamu menjadi perempuan sukses sebagai ibu, publik figur serta anak perempuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...