Langsung ke konten utama

PEREMPUAN : Antara Diam dan Pengetahuan yang kukuh.


Kemerdekaan perempuan akan diperoleh ketika mereka menuntun dirinya dengan ilmu. ilmu bagaikan senjata yang senantiasa melindungi diri dan orang orang lain dari kedzaliman apapun. Meminjam teorinya Belenky, dkk pernah menyebutkan ada lima Woman way of knowing. Namun aku tertarik pada dua level yakni level terbawah yaitu diam dan level teratas yakni pengetahuan yang kukuh.

Pertama, Bekeley mengeilustrasikan bahwa level terendah perempuan adalah diam dimana situasi ini perempuan hanya sebagai penerima dan tidak punya pilihan lain selain mengiyakan setiap kata yang orang berikan diajak ke barat dia kebarat, diajak ketimur dia ketimur perempuan level pengetahuan terbawah ini tidak punya jati diri, di apa-apain manut, mau dan mengikuti saja. Ramah pada bahaya, ramah pada kekerasan dan ramah pada penindasan atas dirinya sendiri. Mengantungkan nasipnya pada orang lain dan menyerahkan dirinya pada genggaman oranglain. Kiranya perempuan yang terbungkam ini tidak akan berani melawan apapun atas kemerdekaan dirinya.

Kedua, perempuan dengan pengetahuan yang kukuh. Ketika telinganya mendengar otaknya akan mencoba mencari sumber lain dan memvalidasi setiap apa yang didengarnya. perempuan ini sangat melindungi dirinya dengan ilmu yang mereka miliki dengan pandai menyaring apapun yang berada diluar dirinya, perempuan ini tidak malu ketika tampil berbeda, tampil sendiri dan bahkan tampil melawan penindasan baik secara pikir, hati dan tindakan. Perempuan level atas ini tidak tunduk kepada orang namun dia tunduk kepada nilai-nilai kebenaran yang rahmatan lil alamin.

Dua model level cara memperoleh pengetahuan bagi perempuan ini menjadi refleksi akhir tahun bagi diri sendiri. Apakah selama ini dalam pengembaraan terlalu tunduk pada jabatan, harta dan cinta atau kah sudah berada dalam tahapan kokoh yang mengorientasikan diri pada kemaslahatan semua pihak. Sebagai perempuan kita juga pemilik otoritas pada diri, gunakan otoritas diri kita untuk menyelematkan diri dari apapun dan siapapun yang membuat apapun dan siapapun menari-nari diatas akal kita.

Dari hati hanya ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1442 H, semoga kita sebagai perempuan mampu menjadi ibu, anak perempuan, wakil publik yang apik dan menerangi siapapun yang kita jumpai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...