Aku adalah anak perempuan dari Ayah dan Ibuku, keluarga harmonis sederhana dan memiliki visi kehidupan adalah gambaran keluargaku. Ayahku yang lebih banyak diam dalam menyikapi berbagai hal, mengiyakan setiap apa yang ku harapkan utamanya adalah persoalan cita-citaku. Ibuku, dia adalah perempuan "nrimo", pandai mengatur perekonomian keluarga, visioner kedepan, ambisius dan pekerja keras. Aku punya saudara laki-laki satu-satunya, penyayang, pendiam dan pemalu. Aku adalah rangkuman dari perilaku mereka, penyayang, loyalis, pekerja keras dan idealis.
Sejak kecil aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang namun terbatas dalam perekonomian, setiap apa yang ku inginkan dimasa kecil hingga usia dewasa jika itu bukan kebutuhan primer pasti akan ditunda, ayah dan ibu senantiasa memprioritaskan pendidikanku. Tak heran aku menjadi perempuan pioner dikelas ku hingga aku senantiasa juara pertama, dua dan ketiga selama sekolah. Tak main-main Ayah Ibu bisa menyekolahkanku pada sekolah favorid milik pemerintah namun masih memungut bayaran mahal.
Aku sebetulna tidak banyak menikmati masa-masa sekolahku, karena aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar, caraku untuk mengapai sekolah itupun harus melalui kendaraan umum disaat orang-orang mengenakan kendaraan pribadi. Aku tidak pernah membenci ayahku, aku tidak pernah membenci ibuku apalagi kakaku, aku menjadi bersyukur karenanya aku menjadi bisa berada pada anak-anak yang notabene lahir dari orang kaya dan bernasip baik bisa sekolah yang disebut favorid dan unggul.
Rasa percaya diriku tak pernah terganggu karena begitu banyaknya pujian yang ku tuai dari sekelilingku, aku tidak pernah merasa minder, bahkan aku selalu lupa ada kekurangan dalam diriku. Pujian-pujian yang ku tuai adalah salah satu bentuk kebahagianku. Berlaku apapun aku hanya ingin dipuji orang, berprestasi senang karena ingin dipuji orang, berbuat apapun karena ingin dipuji orang dan tak jarang aku terlihat sangat bahagia padahal aku sedang menderita, gelisah dan tidak fokus pada semuahal yang aku lakukan karena takut dikeritik dan takut diberikan komentar buruk oleh orang lain. Ketakutanku adalah orang lain.
Komentar
Posting Komentar