Langsung ke konten utama

Memilih Pasangan untuk Perempuan (1)

Menuju pintu Samawa yang dimaksud An Nur 21 adalah melalui proses panjang dan kondisi tidak selalu stabil, angin tidak selalu sepoi-sepoi, bajak-bajak laut banyak dan yang dituntut adalah ketaqwaan pada ALLAH SWT. 

Jadi keluarga yang sakinah apakah? Maka perlu ditinjau definisi keluarga daripada Kompilasi Hukum Islam merupakan ikatan lahir batin antara suami-istri berdasarkan ketuhanan yang maha esa. Iblis akan selalu mengoda pasangan suami istri sejak dalam akad nikah, dari kanan kiri depan dan belakang segala arah karena iblis tidak suka ada pasangan yang sakinah mawadah warohmah. 


Bagi seorang perempuan hendak menikah tentunya merasakan kebimbingan saat memilih pasangan, mau seperti apa pasangan itu adalah analogi sederhana diucapkan oleh seorang tokoh dari pada organisasi Wanita Serikat Islam tadi pagi ketika bergabung mendengarkan seminar via zoom sangat sederhana cara memilih laki-laki dengan tidak neko-neko atau terkesan dimuka begitu sepele namun mengandung makna yang mendalam yakni :

1. Jika laki-laki itu mendengar adzan maka dia buru-buru untuk melaksanakan kwajibannya atau jika dekat dengan masjid dia akan buru-buru ke masjid.

Memaknai ke masjid, adzan dan sholad ternyata tidak sesederhana yang dilihat mata, disinilah letak ketergantuangannya pada ALLAH dalam memaknai kehidupan. Dalam mengemban amanah sebagai hamba, pemimpin maupun mahluk Allah dengan penuh tanggung jawab menjalaninya dengan tepat tanpa banyak alasan bahkan mendahulukan keinginan pribadinya.

2. Jika kamu sedang jajan dikantin, restoran atau emperan kalau dia mau membayarkan kamu, itulah letak kesalehannya. Artinya dia mampu bertanggung jawab kepada siapapun yang didepannya, merasa memiliki dan mau mengorbankan hartanya untukmu.

sesederhana itulah? pikirku.... manusia itu bersifat miyar miyur, imannya naik turun, kebaikannya bisa disetel oleh situasi, belum tahan bisikan kanan kiri nanti dikomentarin, kamu perempuan berpendidikan tinggi dan punya jabatan dipublik pilihanmu kok sederhana sekali, oh masih mending kalau dikatakan sederhana kalau dikatakan rendahan itu yang luar biasa memanaskan telingga sehingga timbul memilih gagasan pasangan yang terlihat bagus diluar namun hancur didalam, apa tah maksudnya didalam? yakni calon-calon pasangan yang banyak sekali berwacana namun rendah melakukan aktifitasnya, banyak ngumpar perkara cinta namun tidak menghormati cinta, merasa memiliki padahal belum memiliki, tahu perbuatan tidak baik namun tetap dilakukan dengan pasangan.

Ketepatan memilih pasangan awal mula kehidupan perempuan akan merasakan kemerdekaan selama menikah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...