Kemerdekaan Indonesia (1)
Dengan meminjam semangat para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan hari ini kita bebas memaknainya terbukti dengan adanya tradisi di Indonesia yang disebut dengan 17-an, banyak warga Indonesia merayakan kemerdekaan dengan memanfaatkan moment dengan aneka perlombaan seperti lomba krupuk, lomba karung, panjat pinang, memasukan pensil, volyball bahkan ada lomba merias wajah, memang momen 17 ini menjadikan momentum memancing kreatifitas bangsa Indonesia.
Tak hanya itu sepanjang jalan kita menemui dekorasi, pinggir jalan, bahkan fashion nuansa merah putih, ajaib memang 17 ini menyihir manusia dan ruang di Indonesia dengan berbagai sudut, bahkan tak hanya itu para napi pun akan mendapat remisi dengan berbagai diskon penajara, para abdi negara akan mendapat penghargaan dari berbagai masa pengabdian, mulai dari pengabdian 10, 20, 30 tahun. Bukan mudah menjadi abdi negara karena harus memaksa diri menekan kemerdekaan pribadi demi pengabdian kepada negara.
Beralih pada tradisi di sekolah sebagai sarana tempat menanamkan nasionalism tak kalah menariknya membuat kegiatan, ada yang menghias kelas, mengambar, merangkai bendera. Disini saya akan mengajak kepada diri pribadi saya sendiri tentang makna kemerdekaan yang cukup subur disajikan dengan simbolik oleh budaya di Indonesia.
Secara filosofis bendera negara Indonesia yang terdiri dari dua warna merah yang termaknai sebagai keberanian, dan putih yang termaknai sebagai kesucian. Membentuk konten manusia sempurna atas berani dan suci. Sebagai pendidik sebetulna PR kita panjang untuk mewujudkan pesan daripada bendera merah putih ini, untuk mewujudkan manusia yang berani melawan tiran yang bersumber daripada manusia lain atau tiran dari hawa nafsu diperlukan komitmen kuat berupa cinta akan negara berawal daripada diri sendiri dan cintaNya akan suatu hal. Siapun tidak akan mampu mempertahankan kesucian dalam jiwa mereka tanpa adanya kemerdekaan diri yang bersumber dari keberanian.
Komentar
Posting Komentar