Langsung ke konten utama

Pengalaman Kuliah Jarak Jauh👩‍💻

Setelah dzuhur mendengar berita penanguhan research tahun 2020 kemudian akan dilakukan pada tahun 2021 bagi ku agak menimbukan tanda tanya? Kebijakan ini diambil karena Covid-19, Musibah pandemic ini telah mempengaruhi berbagai kebijakan yang merambah pada teknis-teknis yang sudah mapan, tapi mau bagaimana? sebagai watak pembelajar maka harus cari jalan keluar, oke aku tidak research lapangan bisa melakukan teknik research lain agar tidak terjadi kemandengan dalam meningkatkan diri,
oke sebetulna aku tidak mau cerita soal penanguhan pelaksanaan research ini namun saya akan bercerita tentang pengalaman pertama sebagai dosen yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh belajar dari pengalaman sudah dua minggu mengalami menjadi mahasiswa PJJ itu luar biasa karena direntet tugas terus hingga waktu tidur berubah, kerjanya manteng laptop, laptop selalu dalam kondisi sleep, belum lagi kondisi kesehatan yang sempet drob karena musim corona akhirnya mengundang dokter ke rumah dan minta suntik vitamin C (hahaha) biar tetep mengila jadi mahasiswa, belum lagi menndengar beberapa pengalaman mahasiswa yang mengalami peningkatan pengeluaran untuk kuota nah ini sebetulnya bisa diatas dengan biaya transportasi bisa dialihkan ke biaya kuota jika kampus tidak bisa memberikan subdisi, namun saya ucapkan kepada bapak rektor yang duahari lalu mengeluarkan kebijakan subsidi pulsa untuk mahasiswa (🤣🤣🤣)

Oke berangkat dari pengalaman yang mengesan dihati itulah akhirnya pada hari ini, saya memutuskan untuk kuliah mengunakan tool paling sederhana karena dari kampus tempat mengajar diberikan kelongaran teknis untuk para dosen dalam melakukan pembelajaran, maka hari ini saya mengunakan kuliah online melalui Wasap karena mempertimbangkan perbedaan umur dari mahasiswa dalam satu kelas yang berbeda-beda yang mempengaruhi kemampuan dalam mengunakan IT kedua, kuliah melalui wasap ramah dompet mahasiswa, ketiga tidak usah dandan (hahah ini mah becanda ya). Ya itulah alasan sederhana saya melakukan PJJ dengan tool sederhana, adapun mekanisme yang saua lakukan seperti apa?

1) pukul 02.00 dini hari saya membuat logo group wasap sesuai dengan mata kuliah, nama dosen, hari dan waktu
2) pukul 02.00 dini hari saya juga mengupload mekanisme kuliah online dalam kelas saya
3) pukul 09.00 pagi saya mengupdate status Wasap dengan memposting seraaya mengingatkan mahasiswa untuk kuliah hari ini.
4) pukul 13.00 saya membuka peluang mahasiswa untuk absen selama 15 menit
5) setelah 15 menit saya menutup group sehingga hanya saya yang bisa mengirimkan pesan,
6) saya mengupload materi dan arahan alokasi waktu selama perkuliahan berlangsung
7) saya merekam pesan suara sesuai dengan materi yang upload
8) saya membuka group agar bisa mengirimkan pesan karena mahasiswa diminta memberikan tangapan
9) saya memberikan tangapan dan menarik kesimpulan
10) 10 menit mahasiswa absen kembali (kenapa absen kembali, untuk memastikan mahasiswa tetap stay mengikuti perkuliahan)


Perkuliahan dengan tool sederhana ini membuat kebagian mendalam karena setalah saya menyebar lembar evaluasi pelaksanaan PJJ pertemuan pertama mendapat respon positif dari mahasiswa 21 mahasiswa yang mengikuti PJJ ini berikut ini hasil survey dari mahasiswa itu :
1) Penyampaian Teknis perkuliahan
72,2 % Baik
22, 2% Cukup
5,6 % Kurang

2) Kejelasan dalam memberikan paparan
82,4 % Baik
11,8 % Kurang
5,9 % Tidak

3) Tool yang diharapkan mahasiswa kedepan ada tiga yang mereka pilih
44, 4 % Kulwap
38,9 % Pesan Suara
16,7 % Zoom

Nah adapun respon positf dari mahasiswa Sederhana dan Mudah dimengerti, Sangat mengesankan, Cukup Jelas dan Membantu, PPT Mudah dipahami, Penyampaian materi bagus
sedangkan masukan kedepan misalnya waktu tidak terlalu cepat, diharapkan mengunakan live FB/Zoom meeting, dan penjelasan materi lebih inten dan pengarahan teknis lebih jelas.
Adapun kendala yang dihadapi misalnya Batrei lemah, keteteran karena belum memahami petunjuk, mata pegel dan BT lihat HP.
Artinya jika kita mengambil kesimpulan dari 21 mahasiswa yang mengikuti PJJ dikelas saya hari ini merasa baik, mahasisw juga berpikir visioner karena kmengharapkan peningkatan tool matakuliah terbukti mereka tidak ada yang menyebut keberatan pulsanya, wkwkwkwkw.



Nah, mgkin ini pengalaman sangat sederhana yang bisa saya sampaikan semoga bisa bermanfaat dan bisa dicoba oleh rekan-rekan yang saat ini sedang menyesuaikan budaya belajar dalam kondisi corona, semoga memberikan manfaat kepada para pembaca dan saya mengucapkan terimakasih pada mahasiswaku yang bekerjasama hari ini dengan baik.
Jakarta, 05-04-2020 - 02.08 WIB.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...