Oleh: Dwi Puji Lestari*
Johann Heinrich
Pestalozzi (1946-1827)
Anak
dalam dalam pandangannya dikatakan bahwa anak memiliki pembawaan yang baik,
perkembangan dan pertumbuhan terjadi secara bertahap dan berkisinambungan.
Pendidikan dipengaruhi oleh pancaindera, belajar pada usia dini yang baik
berdasarkan pengalaman. Pengalaman yang dialami oleh anak dapat digunakan untuk
mengembangkan potensinya.
Tujuan
pendidikan anak untuk menyiapkan anak agar bisa menolong dirinya sendiri
sendiri. Keluarga merupakan lembaga utama dalam menumbuh kembangkan anak untuk
membentuk kepribadian anak. Kasih sayang, cinta dan sikap berterimakasih akan
menimbulkan kepercayaan diri pada diri anak dan dapat mensuport untuk
mengembangkan potensi anak sehingga pendidikan menurut peztalozi mengedepankan
pendidilkan yang seimbang jasmani, rohani, sosial dan agama.
Dari ringkasan singkat tersebut berikut
ini peta konsepnya :
Pandangan Maria
Montessori (1870-1952)
Mentasori
memiliki pandangan bahwa pendidikan anak
merupakan aktivitas diri yang mengarah pada pembentukan disiplin
pribadi, kemandirian dan pengarahan diri. Menurut nya persepsi anak tentang
dunia merupakan dasar dari ilmu pengetahuan, maka merancang materi dan metode untuk
mengembangkan indera anak sehingga alat belajar yang diciptakannya membuat anak
mengekplorasi.
Pendidikan
merupakan sarana untuk mengembangkan diri menyeluruh. Sikap manusiawi anak
berkembang seiring dengan interaksinya dengan lingkungan. Sejak dilahirkan anak
sudah memiliki pola perkembangan pikiran, self kontruktion sehingga membentuk
dirinya melalui pemahaman lingkungan dan anak memiliki kemampuan membangun ilmu
pengetahuannya sendiri sehingga dikenal istilah
“absorbend mind” atau penyerap pikiran. Setiap anak juga memiliki masa
peka yang datangnya tidak bisa diprediksi sehingga kepekaan ini harus dipenuhi
setiap anak memiliki kepekaan yang berbeda, masa peka tidak akan bisa terulang
jika tidak diperhatikan maka guru dapat mengindentifikasi melalui minat. Ringkasan
singkat tersebut dapat dibuat peta konsep sebagai berikut :
1 Pandangan
Friedrich Wilhelm August Froebel (1782-1852)
Froebel
berpandangan bahwa kodrat anak memiliki sifat baik setiap perkembangan harus
dilihat dari satu kesatuan yang utuh. Anak memiliki potensi yang akan hilang
jika tidak dibina dan dihilangkan. Froebel berpendapat bahwa tahun pertama
merupakan masa golden age (masa emas) ini berguna untuk pembentukan kepribadian
seseorang anak.
Pendidikan
dapat membantu perkembangan anak, pendidikan baginya sebagai taman. Jika
pendidikan berhasil menstimulasi perkembangan taman itu akan menjadi taman muda
yang mengikuti aturan hukum dengan sendirinya maka pendidikan harus mengikuti
sifat dan karakteristik anak. Bermain merupakan metode yang digunakan untuk
mengembangkan anak dan sarana meniru orang dewasa disekitarnya. Berikut ini
peta konsepnya:
Pandangan Jean
Jacques Rousseau (1712-1778)
Rousseau
menyarankan konsep pendidikan kembali kealam karena kita tidak dapat mengontrol pertumbuhan
secara alami. Pendidikan alamiah menjadikan anak memiliki rasa ingin tahu,
kebahagian dan bersikap spontanitas.
Tujuan pendidikan menurutnya adalah
menjadikan anak manusia bebas. Guru harus belajar mengenai pengembangan anak
sehingga dapat memberikan pelajaran sesuai minat anak. Peran seorang ibu juga
dapat menjamin pendidikan anak dengan alamiah. Peta konsep tentang PAUD menurut
Rousseau sebagai berikut :
1 Jean Piaget dan
Lev Vigotsky
Kedua tokoh ini berpendapat bahwa
pandangan konstruktifis berpendapat bahwa anak membangun pengetahuan aktif
sesuai pengalamannya Anak bersifat
mengkreasi dan menciptakan pengetahuannya karena anak memahami dunia
sekelilingnya melalui interaksi dengan teman sebaya, orang dewasa dan
lingkungannya namun anak membutuhkan peran orangtua, guru dan orang dewasa
sebagai fasilitator dan mediator mereka dalam belajar.
Guru
harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, akrab, dan hangat
melalui kegiatan bermain maupun berinteraksi dengan lingkungan sehingga dapat merangsang partisipasi aktif dari anak.
Bermain merupakan sarana belajar untuk mengembangkan kapasitas berpikir yang
mana ini dijadikan sebagai landasan pengembangan moral.
Interaksi
dengan lingkungan dapat mengembangkan bahasa, komunikasi dan sosialisasi. Anak
dapat menghargai perasaan orang lain, menghormati orang lain dan berlatih
mengekpresikan emosi.
.
1 Ki
Hadjar Dewantara
Anak
membawa kodratnya masing-masing maka anak pendidikan dalam menumbuhkembangkan
hrus berdasarkan kodrat anak. Menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar ia
sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaaan yang
setinggi-tingginya dalam hidupnya. Berikut ini peta konsep tentang pemikiran ki
hadjar Dewantara.





Komentar
Posting Komentar