Langsung ke konten utama

Tidak dalam (Iya)

oleh : Mona

HURT

Seems like it was yesterday when I saw your face
You told me how proud you were, but I walked away
If only I knew what I know today
Ooh, ooh
I would hold you in my arms
I would take the pain away
Thank you for all you've done
Forgive all your mistakes
There's nothing I wouldn't do
To hear your voice again
Sometimes I wanna call you
But I know you won't be there
Ohh I'm sorry for blaming you
For everything I just couldn't do
And I've hurt myself by hurting you
Some days I feel broke inside but I won't admit
Sometimes I just wanna hide 'cause it's you I miss
And it's so hard to say goodbye
When it comes to this
Would you tell me I was wrong?
Would you help understand?
Are you looking down upon me?
Are you proud of who I am?
There's nothing I wouldn't do
To have

lagu cristina tersebut sayup-sayup terdengar di telinga mona tak henti diputarnya, karena sore itu menjelang matahari tengelam dia tidak ingin berbicara dengan siapapun, tidak ingin mengatakan apapun, membiarkan orang yang dicintainya tidak tahu apa-apa soal dirinya, selama harus bohong kepada diri sendiri bahwa cinta itu mengalir subur, berkali-kali dilakukan untuk meninggalkan bahkan menghilangkan rasa cintanya tapi semua tidak bisa dilakukan, kembali perasaan yang sama tetap berbinar saat bertemu bahkan kabar massagenya saja bisa merubah mood nya seketika, ah kamu impian yang tak akan ku gapai, begitu mona memutuskan harapannya. 


Mona, tak kunjung ujian menempa ujianmu terkait dengan orang-orang yang kau sebut mencintaimu, namun kamu harus tetap tegar demi cita-cita yang terbangun megah, begitulah pesan message dari sahabatnya dalam email yang dibuka pagi itu. 
Selama ini, aku mengingkari untuk mengatakan ia atas segalahal yang kurasa, ia aku tidak pernah munafik ketika siraman kasih dan sayangnya memenuhi kehidupanku, tak hanya itu dia adalah orang satu-satunya yang bisa mengerti apa yang ku pikirkan dan ku harapkan, aku binggung apa ini cinta, apa ini benar yang biasa disebut cinta, setelah merasakan kegagalan untuk mengekspresikan cinta aku sudah tidak lagi mendefiniskan apa itu cinta,terangku kepada Puspa!

Mona, keputusan dia memilih dengan perempuan itu sudah mengartikan kamu bukan pilihan dia, meski sampai hari ini indikator dia peduli denganmu selalu kamu dapatkan, betapa tidak dia akan memilih perempuan terbaik dimatanya meski mata itu terbatas dalam penglihatan, dia sudah mempertimbangkan semuanya, kamu harus bangkit, kamu tidak boleh terus menerus menghukum diri hingga kamu harus seperti ini, terang pusta kepada mona yang terlihat lemah ditemukannya di kamar. 

Puspa, ini kali kedua aku harus kehilangan orang yang ku sebut nyaman untuk kehidupanku, ini adalah kali kedua aku merasa memerlukan orang yang benar aku begitu menginginkan dalam perjalananku, namun kenapa Tuhan selalu tidak pernah memberiku ijin untuk bersama-sama dengan orang yang ku pilih, kamu tahu? aku sudah berusaha meninggalkan semua ini, namun aku belum bisa memberikan ruang untuk ku kosongkan tentangnya, Puspa, katakan aku harus bagaimana?

Mona, dia tidak pernah tau bagaimana kamu mencintainya! 

Aku, tidak ingin dia tahu bahwa aku mencintainya selama ini karena aku belum ingin dan belum siap bersama dia, namun aku tidak menyangka keputusannya hari ini benar membuatku tidak ingin melangkahkan kakiku bertemu dia kembali, puspa kamu mengerti akukan?!

Mona, kamu tidak boleh lari dari kenyataan dalam hal ini, kamu harus menerima apapun yang dia langkahkan, masi ada harap dan doa yang bisa kamu tempuh! jelas mona menenangkan puspa untuk beberapa detik, 

Puspa, biarkan aku terus menyimpan hingga rasa ini hilang, hingga dia memilih dengan siapa, aku tahu banyak alasan untuk aku tidak bisa bersamanya, sebab itu aku tak ingin dia tahu bahwa benar aku mencintainya melebihi cinta pertamaku, dia tidak beralasan untuk ku cintai, maka sebab itulah aku bisa menerima apa adanya, jika memang dia memilih untuk yang dia sebut baik dalam kacamata visualnya biarlah menjadi keabadaian segala hal ini, sulit memang namun harus aku katakan bahwa aku tidak ingin kehilangan dia, sudah banyak hal yang aku tutupi namun dia punya pilihan, disitulah aku harus berani kehilangan dan membahagiakannya dengan pilihannya. 

aku yang tidak pantas dipilih karena material biarlah mengabadi hingga keabadian itu benar-benar datang,,

Mona, aku mendoakan dia akan jauh memahami sikapmu bukan apa yang kamu katakan, masih ada doa dalam kamu berharap, masi ada harapan untuk menyalakan lilin-lilin penerang itu

Taksaka, 06 Oktober 2019.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...