Langsung ke konten utama

Hampir bersamamu (?)

 oleh : Anonym
Ini adalah bukan pertama kalinya untuk bentuk mencintai namun cinta itu tak berbuah sesuai dengan yang diharapkan, semua serba tiba-tiba, bahkan indikasi tentang cinta itu tak pernah ku mengenalnya berawal dari rasa mencintai yang senantiasa berbalas namun akhirnya tak pernah berujung pada persatuan, rupanya mempelajari cinta sejati itu tak hanya berisi soal sebab-sebab mencintai, bukan soal bagaimana mengungkapkan kata "aku mencintaimu", bukan hanya soal aku memberikan semua perhatian dan menghabiskan waktu untukmu, atau bahkan semua pengorbanan ku akan ku berikan untukmu, ah semuanya sudah pernah aku dapatkan, semua sudah pernah aku mengalaminya bahkan janji-janji untuk bersama selamanyapun pernah ku mendengar dari orang yang disebut mencintaiku, bahkan pernikahan yang notabene cara menyatukan cintapun tidak mampu membuktikan cinta itu abadi buktinya masih banyak pasangan yang mengalami perceraikan?, ini adalah jawabanku pada laki-laki yang hari itu mentraktir lemon tea setelah berani menjemputku kekampus untuk mengajak makan siang. 

bahkan didepan kaca kamar mandi aku hari ini mendengarkan teleponnya akan rencana pernikahannya yang akan terjadi satu bulan yang akan datang, begitu pesannya sangat singkat ku dengar diujung telepon, semuanya membuatku semakin mengikis apa arti cinta sesuangguhnya sebab aku pernah dibuatnya terlena, sehingga aku berani memberikan kesempatan untuk membiarkan mengenalku ditengah kekrisisanku tentang cinta, semakin bodoh setelah mendengar kabar darinya aku pernah menaruh iba padanya karena kebaikan-kebaikannya. 

aku tak pernah bisa mempecayai, apa yang disebut cinta, bahwakan definisi-definisi cinta soal ikrar, ucapan, kebersamaan, pengorbanan, bahkan kerelaan berjuang itu semua tidak bisa mendefinisikan cinta dihadapanku, inilah pikiran-pikiran yang menghiaskan pikiran alena malam itu, pantas saja Robiah Al Adawiyah menolak laki-laki dalam kehidupannya karena begitu dia mendefinisikan cinta adalah tak terhingga bahkan tak terbalas dari yang disebut mencintai, 


Mencintai adalah awal dari siap dilukai, mencintai adalah siap dikecewakan, mencintai adalah siap ditinggalkan, mencintai adalah siap diduakan, mencintai adalah siap ditinggalkan bahkan mencintai adalah siap diberikan alasan untuk ditinggalkan karena takdir yang melekat kepada diri, begitulah alena mendefinisikan cinta pada layar laptop yang berawal dari laptop munggilnya. 
terlalu banyak yang ditampilkan soal bentuk cinta namun berujung pada luka, tak mudah untuk mencintai, tak mudah menaruh hati adalah pembelajaran besar yang dapat diambil agar tidak mudah memberikan cinta, dan tak semudah itu untuk membual-bual cinta. 



aku hampir bersamamu, sayangnya hanya hampir, kamu yang mampir, kamu pula yang pergi melipir (panjiramada)







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...