Langsung ke konten utama

Wafatnya Bapak Dr Muhammad Jafar Anwar


Oleh:
Dwi Puji Lestari 



Keterangan Foto:
Foto diambil ketika di UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Lantai 5, Jurusan Muamalat, bersama sahabatnya Dr.Mujib yang kami kunjungi ketika kami MOU untuk keperluan akreditasi PIAUD pada 07 Mei 2019. Bapak Jafar yang mengunakan Baju Batik berada ditengah.



Tanggal 10 Juli 2019 pukul 10.43 WIB aku membaca pesan dari sebuah group wasap kampus kurang lebih berbunyi" Inalilahiwainalihairojiun, telah berpulang ke Rahmatullah Dr.Muhammad Jafar Anwar di rumah sakit Fatmawati, mohon didoakan dan dimaafkan segala kesalahan beliau (Istri Nursah), tersirat istri bapak mengirimkan pesan mengunakan hp bapak Jafar

saat itu, aku sedang mencari berkas jabatan fungsional guna untuk keperluan serdos, aku adalah tipe penguna smartphone yang responsif, sebab bagiku adalah hp adalah informasi yang menunjang kehidupan diera 5.0 ini, sontak aku tidak percaya membaca berita itu, tanpa tangis aku ku telepon nomer bapak Jafar, aku tanya apakah benar berita bapak meninggal, diujung telepon istri dari bapak mengiyakan sambil menangis serta berkata:"ini tadi bapak saya bawa ke RS.Fatmawati, namun bapak tidak tertolong mbak," telepon kemudian langsung dimatikan.

Aku kemudian, menelpun salah satu rekan dikantor, satu kali dial namun yang bersangkutan tidak menjawab telepon, kemudian aku menelpun satu kawan lagi untuk mengajak menemui jenazah bapak ke rumah sakit fatmawati, telepon terjawab dan ia mengiyakan.

Sebelum ada kabar kematian bapak, aku sudah memesan satu nasi goreng langganan yang berjual di dekat rumah via telepon, akhirnya jam 11. 15 aku keluar menghampiri penjual serta menyempatkan diri untuk makan malam, setelahnya aku memesan grab ke RS.Fatmawati, pertama memesan grab dicancel kemudian pemesanan kedua diterima oleh driver, kurang lebih 7 menit grab menghampiri, aku kemudian menceritakan aku akan menemui rekan kerja yang meninggal, alhamdulilah mendapat driver yang baik, sempat menghantar ke ATM dan diantar hingga depan ruang jenazah RS Fatmawati yang letaknya jauh dari lobi utama, tepat persisnya adalah belakang RS.

Kenangga 3, adalah kamar jenazah yang digunakan bapak untuk dirawat, pertama sampai di rumah sakit aku menelpun posisi temanku dimana, mereka ternyata dibelakang gedung jenazah, ada tujuh orang yang menemani temanku mereka 4 mahasiswa, satu dosen dan satu staf kampus, aku kemudian mengajak mereka masuk dan menemui keluarga bapak, aku menemukan istri bapak sedang mengurus surat-surat kematian bapak di ruang administrasi, 10 menit aku menemani istri ada petugas yang masuk ruangan, depan pintu persis diruang jenazah terlihat jenazah bapak ditidurkan bertutup kain kafan putih yang hendak dimandikan, petugas itu memastikan persetujuan keluarga untuk dimandikan,setelah mendapatkan persetujuan jenazah kemudian dimandikan.

sengaja aku tak ingin melihat bapak sebab aku takut nanti tidak bisa membendung tangis, aku melihatnya dari jauh perihal bapak, tak lama jenazah dimandikan, kemudian dikafani oleh petugas, pukul 01.30, jenazah bapak dibawa pulang ke depok.


FIRASAT KEMATIAN BAPAK DR.MUHAMMAD JAFAR ANWAR

Selasa, 5 juli 2019, bapak wasap aku:
Dwi Puji Lestari, bagaimana Jurnal?
aku menjawab, masih direviewer bapak, belum dikembalikan.
kalau kelamaan, dwi saja yang menyelesaikan bapak menyautinya
 lalu ku jawab:" kalau bapak bilang begini saya gabsa nolak
Rabu, 06 Juli 2019.
Mohon Maaf, saya ngabisa lakukan saya masih dirumah sakit, bapak memberiku kabar menimpali kesiapan ku menghandle jurnal,

Baik, pak, semga segera sehat ya pak, (emote maaf)
sakit apa pak? doa dan tanyaku ke bapak.

Bapak kemudian hanya menjawab:
Aamin Ya Robbal Alamin.

disitu tersirat pesan untukku dan bapak sudah mengamanahkan penerbitan jurnal dibulan Juli ini kepadaku, tugas bapak sudah selsai. 


Empat hari kemudian aku mendengar kabar kematian bapak, 10 Juli 2019.
sore sepulang kantor aku tak biasanya menyiapkan bajuku untuk esok hari, aku terlihat kurang kerjaan menyiapkan baju untuk esok hari, dan pilihan bajuku sore itu adalah serba hitam, jilbab hitam, baju hitam dan celana hitam

hitam, adalah lambang bela sungkawa, disinilah aku merasa bapak memberiku firasat yang begitu menyolok kepadaku, firasat ini tak hanya dirasakan oleh ku namun beberapa teman dosen, mereka merasa badan tidak enak menjelang kematian bapak.


sekelumit cerita kematian bapak Muhammad Jafar Anwar,Kaprodi Pendidikan Anak Usia Dini STAI AL Aqidah Al Hasyimiyyah yang meninggal sebab kanker darah yang diketahui dengan seminggu sebelum kematian, seraya membaca ulasan saya ini seraya memohon doa kirim Al fatikah untuk beliau:)





selamat jalan bapak, raga mu tiada namun kenangan akan mu akans selalu hidup dalam kehidupanku.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...