Langsung ke konten utama

Khadijah RA: Teladan Istri dan Wanita Karier



(sumber gambar: google.com)


Oleh : Dwi Puji Lestari

Seiring dengan kebebasan tentang perempuan yang berkiprah di ranah publik disitulah konsekuensi logis peran perempuan dalam ranah domestik akan berkurang tak hayal akan menimbulkan banyak resiko yang  ditimbulkan diantaranya perpecahan dalam rumah tangga, kecemburuan sosial antara perempuan dan laki-laki atau dalam rumah tangga kecemburuan suami terhadap istri serta tidak adanya tanggung jawab sebagai Ibu maupun sebagai istri. Akibat dari perpecahan ini akan mengorbankan generasi yang ada dalam rumah tangga. 

Diera distrupsi ini jika anak perempuan ditanyakan siapa Idolanya tidak semua anak bisa menjawab, oleh sebab itu perlunya mengajarkan adanya figure atau sosok yang diidolakan oleh anak perempuan yang digunakan sebuah starting yang baik bagi pendidikan untuk perempuan. 

Kita kenang kembali ke Islam pada masa lalu, siapa yang tidak kenal Khadijah RA ketika nabi Muhammad SAW disebut. Khadijah adalah perempuan mulia yang dicintai nabi Muhammad SAW, bahkan ketika Aisyah cemburu kepada Khadijah RA, Aisyah terkena tegur oleh Nabi Muhammad. Maka siapakah Khadijah RA ini?

Khadijah adalah pedagang terpandang dan kaya raya, dia mengunakan jasa orang lain untuk menjajakan dagangannya, dalam membagi hasil Khadijah terlihat adil sebab keuntungan dibagi sesuai dengan hasil yang mereka perjual belikan. Khadijah merupakan perempuan yang berhasil dalam bidang perekonomian khususnya perdagangan pada masa itu, namun apakah Khadijah mengesampingkan peran dia sebagai perempuan?

Ketika Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW usia Khadijah adalah 40 Tahun, sedangkan usia nabi muhammad adalah 25 tahun. Khadijah RA menikahi nabi sebab akhlak kesantunan, kejujuran dan amanah nabi ketika berdagang di syam ditemani Maisarah, Khadijah meminta nabi untuk menjadi menikainya melalui temannya. Khadijah masa itu adalah perempuan pernah menikah artinya status khadijah bukan lagi perempuan gadis, sebelumnya khadijah pernah menikah dengan dua orang quraisy, dari suaminya yang pertama khadijah dikaruniai dua orang anak yaitu hindun dan halah, sedangkan dari suami kedua khadijah dikaruniai satu anak bernama hidun. meski janda nanum khadijah tetap menjaga kesucianya sehingga tak heran banyak yang menginkan khadijah RA.

Khadijah dan Muhammad SAW menikah serta mengaruhi rumah tangga dengan membahagiakan, Khadijah adalah sosok baik dan taat, beliau menjamin perjalanan dakwah nabi melalui hartanya. Khadijahlah yang menyiapkan bekal ketika nabi melakukan Tahanut (menyepi) digua hira. Khadijah adalah perempuan pertama yang menyakini kenabian muhammad SAW, mendukung perjuangan nabi, dan turut meringankan beban nabi ketika dimusuhi semua orang

dari sesirih kisah dari Khadijah dapat kita maknai bahwa peran khadijah didunia publik yaitu pengusaha yang notabene membuat Khadijah menjadi penguasa ekonomi dalam rumah tangga namun tidak menyebabkan khadijah menjadi sombong dan ponggah mengambil peran Nabi Muhammad SAW yang notabene sebagai suami Khadijah, dia dihadapan nabi sebegai istri tetap menundukan diri sebagai pendorong, maupun sebagai teman beriring untuk mensukseskan dakwah nabi kepada umat.
 ketika kita mengambil hikmah dari perjalanan dari pasangan Nabi Muhammad dan Khadijah RA, bahwa menjadi perempuan yang super power didunia publik tidak menjadi persoalan jika perempuan masih mampu memposisikan perannya dalam keluarga yaitu sebagai ibu, sebagai istri maupun sebagai anak perempuan dalam keluarga besar.


Hotel Rancamaya Bogor, 16 Juli 2019
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...