Langsung ke konten utama

Dr Jafar: Bapak Literasi Kampus STAI Al Aqidah Al Hasyimiyyah



Oleh:
Dwi Puji Lestari. 




Pada 23 Nopember 2016 SK dosen tetap saya keluar di STAI AL Aqidah Al Hasyimiyyah, tepatnya di Jl. Kayu Manis Barat No.99 Matraman Jakarta Timur.

Diawal-awal mengajar saya mengenal beliau lewat cerita yang disampaikan oleh dua dosen mereka adalah Bapak Muhadi, MA kaprodi KPI, dan Bapak Ilyas, M.Hum kaprodi PAI, kami membicarakan beliau sebab saya bertanya kaprodi PIAUD. saya kemudian dikasih nomer kontak beliau, kala itu saya tak berani mengontak beliau. Akhirnya pertama kali saya bertemu adalah ketika saya mengajar dan saya dikenalkan kepadanya oleh kaprodi PAI, Bapak Ilyas. Kami kemudian membicarakan artikel, waktu itu saya berjanji bahwa saya akan mengirim satu artikel untuk di terbitkan di Jurnal APG yang beliau pimpin, tidak lama pertemuan kami  sebab ketika bertemu dengan beliau saya masih menjadi full mother bagi anak-anaka dan mengajar menjadi bagian refreshing sebagai seorang ibu rumah tangga, singkat pertemuan pertama dengan beliau, namun ada hal yang menurut saya menarik dari pertemuan dengannya yaitu semangat beliau dalam tulis menulis, dalam hati bergumam," hebat beliau,"


(Keterangan Foto: Bapak berbaju Putih memimpin Rapat Jurnal Alqidah Penerbitan Edisi pertama Juli 2018)


Pada pertemuan selanjutnya kami membicarakan jurnal APG yang ternyata jurnal tersebut tidak aktif, karena saya dosen baru , maka saya menanyakan tentang Jurnal kampus. Beliau mengatakan bahwa jurnal kampus sempat ada kemudian pasif kembali, akhirnya pada tahun 2018 bulan Juli kami kembali bekerjasama untuk menerbitkan kembali jurnal kampus, Beliau adalah Ketua Redaksi Jurnal Al Aqidah : Jurnal Studi Islam. Dari memberi nama jurnal, mencari tulisan, mengedit hingga mempublikasikan kami bekerjasama dengan kompak.


Di periode kedua kami menerbitkan sudah berOJS jurnal al aqidah, pada penerbitan ketiga bapak sudah tiada, namun sempat membaca dan mengedit tulisan yang sudah dikirimkan. Disamping menginisasi jurnal, beliau juga sempat menjadi ketua TIM Penulis panduan skripsi bekerja sama dengan saya dalam hal editorial serta penambahan beberapa masukan, dalam menulis meskipun sudah master tapi beliau bersifat terbuka jika diberikan koreksi itulah watak hebat beliau hebat namun tak pernah mengurui, beliau lebih banyak berkarya namun tetap merasa perlu diberikan koreksi tulisannya.

Dosen-Dosen PIAUD ditulari kegemarannya menulis dengan mengajak menulis buku rampai Gerak dan Lagu pada anak usia dini pada acara  workshop gerak dan lagu pada bulan Mei 2019, hingga akhirnya buku itu menjadi karya pertama prodi PIAUD yang dimotori olehnya.


Disamping jurnal beliau di kampus juga menginisasi pembaruan panduan skripsi dikampus, setelah beliau menulis kemudian meminta untuk diberikan masukan, ada beberapa masukan yang aku berikan kala itu bapak menerima dan meminta ku untuk menambahkan. Baginya penambahan bukan menunjukan kelemahan, namun baginya penambahan adalah kesempurnaan karya. Setelah kembali kepada bapak panduan skripsi yang belum dicetak diberikan kepada seluruh kaprodi dan ketua untuk dibaca dan diberikan masukan.

2019, adalah wisuda pertama bagi mahasiswi PIAUD STAI Al Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta, sehingga bapakpun bersemangat untuk membimbing mahasiswanya, meski mahasiswanya tidak muda lagi bagi bapak harus bisa menulis skripsi sendiri, saya dijadikan team bapak untuk memandu para mahasiswa yang sudah berusia tua, akhirnya kami membimbing satu persatu, membimbing memilih judul, membimbing nulis, semua by proses, tak hayal para mahasiswa yang sudah tua ini merasa putus asa tapi dengan ciri khas canda bapak yang menukik para mahasiswa yang berumur itu tetap semangat mengerjakan. Jika mahasiswa lemah Bapak bilang ke saya: "kalau mahasiswa PIAUD lagi masuk angin, bapak sudah kasih balsem pedas, kita tinggal tunggu reaksinya".
Berkat kerja keras bapak dalam memberikan semangat pada mahasiswa akhirnya sebagian besar mahasiswa PIAUD bisa seminar proposal pada Sabtu, 13 Juli 2019.


Bapak adalah putra kelahiran Ngali, Bima. Tak heran, penelitiannya banyak dilakukan di kota Bima, diantara karya-karya beliau yang sudah beredar di toko buku maupun tokobuku online seperti toko pedia adalah

Pedoman Praktis Penelitian oleh Muhammad Jafar Anwar

Membumikan Pendidikan Karakter Oleh Muhammad Jafar Anwar pada  2015

Menejemen Pendidikan oleh Muhammad Jafar Anwar dan Muhammad A.Salam pada  2015

adapun artikel ilmiah yang terbuklikasi adalah
Sosialisasi Anak-anak bekerja membantu ekonomi keluarga (Studi kasus di desa ngali, kecamatan belo, Bima, NTB) di FISIP UI pada 2001

Akar modernisasi pendidikan di jurnal koordinat pada 2014

Conflict reconsiliation BIMA (Local Wisdom based Ethnograpic Study) pada 2019


Bapak adalah corong literasi kampus STAI Al Aqidah Al Hasyimiyyah, semangat menulisnya begitu mengebu, bahkan diakhir hayatnya kami sedang mengajukan proposal riset di LPDP persoalan Eksploitasi Anak, begitulah sekelumit cerita kenangan saya tentang bapak dan literasi,

Semoga setiap yang dibaca para membaca menimbulkan amal penerang bapak dialam kubur dan setiap loyalitas yang diwariskan mengurangi siksa kuburnya.

Selamat Jalan bapak literasi kampus STAI AL Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta...................

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : Menuju Sekolah Bebas Bullying

  Oleh : Dwi Puji Lestari  Kampanye anti bullying di Indonesia santer kita dengar, namun berita bullying di televisi maupun media masa masih sering kita temukan. Kita pernah mendengar kasus Audrey di Pontianak Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh kakak kelasnya sebanyak 12 orang (Liputan 6, 29/03/2019). Serupa baru-baru ini kita mendengar seorang guru ditikam oleh siswanya karena guru melarang siswanya merokok, kasus ini terjadi di Menado (Tribunews,26/10/2019). Diungkap oleh KPI bahwa kasus bully di sekolah dasar sebanyak 25 kasus atau 67% dari keseluruhan kasus yang ada (KPI,04/05/2019) hal ini menjadi pertanyaan besar peresensi, apakah selama ini kampanye anti bullying tidak efektif atau sekolah-sekolah yang ada tidak mengenal program anti bullying, yang lebih ektrim dugan bahwa apakah selama ini pihak sekolah tidak mengetahui adanya bullying di lingkungan sekolah? Bully pada sejarahnya yakni tahun 1530 berkonotasi positif  sebab bullying dimaknai sebag...

Sikap Mengampuni

2017 bercerai, jalan untuk memaafkan sikap-sikap beliau panjang dan berliku. Mulai dari menerima sikap yang diambil. Saat itu aku masih cocok dengan beliau. Namun beliau sudah tidak cocok dengan aku. Menurutku ini adalah caranya untuk tidak menyakiti aku dan anak-anakku. Aku paham banget beliau adalah tipe laki-laki yang ramah pada perempuan sampai kata-kata tidak tega diucapkan tapi sikapnya diambil. Tuhan tidak ingin saya mendampingi beliau diberbagai urusan yang mungkin itu berkaitan dengan kehidupan saya. Sikap mengampuninya adalah sikap yang saya pilih. Aku sudah tenang ketika semua kehidupan sudah tenang. Semoga dikejahuan bisa saling mendoakan untuk buah hati kami tersayang agar menjadi anak-anak yang sukses dan bahagia di masa depan.  Sikap mengampuni masa lalu adalah jalan kebahagian menuju masa depan

Hard to be mother!

Saat anak berpindah jenjang pendidikan, bukan biaya yang saya takutkan. Sejak anak PAUD saya selalu membayar biaya pendidikan anak yang pertama dan di muka. Sistem pembayaran selalu satu tahun sekali. Jadi awal masuk sekolah disitulah saya membayar biaya untuk satu tahun ke depan. Jadi biaya sekolah adalah hal mudah untuk saya. Lalu apa yang menakutkan? Tentu yang paling saya takutkan adalah perubahan dan adaptasi budaya di sekolah barunya. Saat dia menginjak TK B saya mengajaknya survey ke sekolah dasar (SD/MI). Kurun waktu satu tahun dia menimbang dan mendiskusikan pada saya. Saya tidak punya tujuan menyakinkan salah satu sekolah yang kita survey. Bagi saja saya ingin demokratis pada anak, sebagaimana kedua orang tua mengasuh dan mendidik saya. Dia mengatakan pada saya, mama setelah kita jalan-jalan ke sekolah. Aku ingin sekolah di sekolah mama, aku ingin naik sepeda ke sekolah, aku ingin jalan kaki tanpa diantar mbah uti, dan aku ingin menyebrang jalan raya sendiri. Dengan pertimba...